Sunday, April 17, 2016

Personal

Glad to be back (again).
Semoga masih satu visi dan misi untuk menceritakan pengalaman yang sudah saya lalui.
Terakhir post yaitu di bulan Februari 2016. Jadi moment yang tertinggal adalah, Maret dan April (yang sedang di lalui). Tapi kayaknya untuk postingan April akan saya release akhir bulan nanti insyaAllah.


°°°
Maret
°°°
Antara lupa-lupa ingat. Tapi, yang pasti, di akhir bulan tersebut saya kembali ke tanah Pontianak. Kenapa saya bilangnya kembali lagi ke tanah Pontianak? Karena sebelumnya di tahun 2013 kalau saya masih ingat ya, itu saya ke Pontianak pertama kalinya. Ngapain? Kebetulan karena masih duduk di bangku kampus, saya harus menyelesaikan misi saya sebelum lulus. P K L. Yes, Praktik Kerja Lapangan.
Saya bakal cerita flashback dulu disini; why? Kenapa harus jauh jauh tempat pklnya? Sejujurnya posisi saya pada saat itu bingung mau pkl di Bandung gak kepikiran. Maklum, orangtua masih di negeri orang dan di rumah hanya ada Kakek (alm) pada saat itu. Pada saat pkl saya tidak sendiri, justru ada sahabat kampus saya. Dan dia lah yang punya usul pkl di sana. Awalnya ragu. Ragu?ada apa lagi deh? Maafkan, saya terlalu banyak mikir kalau melakukan sesuatu, contohnya ini. Pulau baru, bahasa, makanan, cuaca...pokoknya yang membuat saya terkena gejala culture shock.
Saya bukan bermaksud untuk gaya atau apalah dalam pikiran kalian kalau saya bahas ttg culture shock itu. Tidak hanya saya, tapi pasti kalian juga pernah merasakannya.
Setelah lama untuk berpikir dan surat perizinan antara saya dan orangtua hahaha lebay. Akhirnya saya pergi kesana.
Alhamdulillah, tahun ini diberi kesempatan lagi untuk bisa menginjak tanah Pontianak lebih tepatnya; Singkawang. Tentu pergi ke kota tersebut ada tujuannya, yaitu, melihat sahabat kampus saya tersebut akan dipinang dan duduk di pelaminan.
~
Sahabat yang satu ini adalah anak ke-2 dari kedua orang tua yang memiliki 'blasteran'; Bugis, Singkawang, dan Sunda. Itu yang saya ingat.
Hampir satu minggu saya menginjak tanah Singkawang. Menyaksikan sahabat saya dari pingitan, perkenalan keluarga, akad, hingga resepsi. Semua rencananya berjalan dengan mulus.
Selamat menempuh hidup baru, Dewi. Segala niat baik yang kalian perbuat, insyaAllah pasti selalu ada jalannya.
Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan membuat kartu undangan pernikahan kalian. Semoga menjadi berkah.
Terimakasih pengalaman' touring' di Singkawang, terutama kuliner.
Terimakasih buat keluarga besar Dewi yang membuat saya lebih bisa mengambil apa arti dari kekeluargaan, terutama dalam keluarga besar.
Terimakasih dengan apa yang sudah kalian lakukan menjadi salah satu bekal saya nanti jika nantinya akan naik ke pelaminan.
Terimakasih sudah mengizinkan saya untuk menginjak tanah Kalimantan.
Masih banyak lagi, tapi susah untuk dijadikan kata kata satu persatu.
Terimakasih, terimakasih dan terimakasih.

No comments:

Post a Comment